Pengertian Akuntansi
Akuntansi (Accounting, Accountancy) yaitu pencatatan, pelaporan-dari kegiatan-dan perakunan. Account adalah laporan/ perkiraan (Dari Kamus Inggris- Indonesia John M. Echol and Hasan).
Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi dalam suatu perusahan, sehingga memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut (Rumusan AAA-Amirican Acounting Association).
Rumusan AAA tersebut mengandung pengertian :
- Kegiatan (Activity) akuntansi yaitu proses yang terdiri dari atas identifikasi, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi.
- Kegunaan (Funtion) informasi yang dihasilkan oleh akuntan diharapkan berguna bagi pemakai dalam penilaian dan pengambilan keputusan.
Persamaan dasar akuntansi adalah rumus dasar tentang akuntansi yang secara matemaris dapat dirumuskan sebagai berikut :
H = U + M
H = U
H = M
H = Harta, yaitu semua milik (Kekayaan) dari suatu perusahaan.
U = Utang, yaitu kewajiban perusahaan terhadap pihak lain.
M = Modal, yaitu hak pemilik perusahaan.
Rumus lain :
H + B = U + M + P
B = Biaya, pengorbanan untuk memperoleh penghasilanP = Pendapatan, adalah bertambahnya aktiva perusahaan.
Harta bersaldo normal di
debet (bertambah) dan jika di kredit berkurang, sedangkan pendapatan
bersaldo normal di kredit (bertambah) dan jika di debet berkurang, biaya
mengurangi modal sedangkan pendapatan menambah modal.
SIKLUS AKUNTANSI
- Tahapan-tahapan Akuntansi
TAHAPAN PENCATATAN
- Analisa bukti transaksi
- Membuat jurnal
- Posting ke buku besar
- Membuat Neraca saldo
- Membuat jurnal penyesuaian
- Menyusun neraca lajur
- Menyusun laporan keuangan
- Membuat jurnal penutup
- Menutup buku besar dan membuat neraca saldo penutupan
- Membuat jurnal pembalik
Yaitu menyajikan laporan keuangan perusahaan yang umumnya meliputi :
- 1. Neraca (Balance Sheet)
- 2. Laporan Rugi/ Laba (Income Statement)
- 3. Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)
JURNAL
1. Pengertian Jurnal
Jurnal adalah : catatan-catatan tentang perkiraan yang akan didebet dan dikredit dan jumlahnya serta keterangan penjelas.2. Aturan Pen-debet-an dan Pen-kredit-an
Harta + Biaya = Utang + Modal + Pendapatan
Harta dan Biaya, disebelah kiri ditambah (+) = saldo normal, disebalah kanan di kurangi/ berkurang. Utang, Modal dan Pendapatan, disebelah kanan ditambah (+) = saldo normal, disebelah kiri di kurangi/ berkurang.3. Cara Menjurnal
Untuk menjurnal atau membuat jurnal perhatikan saldo normal perkiraan. Dan kemudiaan perkiraan yang dikredit ditulis agak menjorok kedalam.Contok : Transaksi penjualan seraca tunai suatu barang dangan senila Rp 200.000,00
Jurnal : Kas Rp 200.000,00
Penjualan Rp 200.000,00
4. Bentuk Jurnal
Jurnal mempunyai banyak ragam bentuk, tetapi yang umum dipakai dalam praktek adalah jurnal umum dua kolom (Two Colum General Journal)Contoh :
PT. ALAM SEJAHTERA
Jurnal Umum
Per Desember 200x Halaman : 1
|
Tanggal
|
Perkiraan & Keterangan
|
Ref
|
Debet
|
Kredit
|
|
| 2000 | |||||
| Febru | 01 | Kas | 10.000 |
-
|
|
| Pendapatan Jasa |
-
|
10.000 | |||
| (PT. Usaha Alex ) | |||||
POSTING, LEDGER DAN TRIAL BALANCE
1. Pengertian-pengertian
POSTING adalah Pemindah-bukuan (Jurnal) ke buku besar, LEDGER atau buku besar adalah kumpulan dari perkiraan-perkiraan (Account), Account adalah daftar tempat mencatat transaksi-transaksi finansial yang mengakibatkan perubahan aktiva, utang dan modal, TRIAL BALANCE atau neraca saldo adalah mencatat saldo-saldo dalam buku besar.2. Bentuk-bentuk buku besar
Bentuk buku adalah format buku besar yang biasa dipakai meliputi :- a. Bentuk Scontro/ Horisontal
Nama Perkiraan No. Perkiraan
| Tgl | Keterangan | Ref | Jumlah | Tanggal | Keterangan | Ref | Jumlah | ||
- Bentuk Staffel/ Halaman/ Berlajur khusus saldo
Nama Perkiraan No. Perkiraan
| Tgll | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | D/K | Saldo | |
- Bentuk Berlajur Saldo Rangkap
Nama Perkiraan Kode Perkiraan
|
Tgl
|
Keterangan
|
Ref
|
Debet
|
Kredit
|
Saldo |
||
| Debet | Kredit | ||||||
- Bentuk Sederhana/ Bentuk Huruf T (T Account)
Nama Perkiraan No. Perkiraan
Kredit : Bagian Kanan Perkiraan
3. Bentuk Neraca Saldo
KOPKAR PT. YKK TANGERANG
Neraca Saldo
Per, 30 Juni 2003
|
Kode Perkiraan
|
P e r k i r a a n
(Account)
|
Debet
|
Kredit
|
Keterangan : Saldo antara sebelah debet dan kredit harus sama (Seimbang)
4. Kode Perkiraan
Kode Perkiraan (Chart Of Account) adalah Daftar lengkap perkiraan-perkiran yang dipakai perusahaan beserta kode perkiraan masing-masing. Daftar perkiraan disusun sedemikian rupa diberi nomor dan dikelompokan secara sistemetis sehinggga mudah untuk pengerjaan dan pemeriksaannya. Salinan daftar perkiraan diberikan kepada pemegang buku sehingga mempermudah dalam mencari (mengambil) perkiraan yang dibutuhkan.Cara Penyusunan Kode Perkiraan :
Þ Perkiraan harus dipisah antara perkiraan Neraca dan Rugi/ laba
Þ Perkiraan disusun seperti dalam Neraca dan Laporsan rugi/ Laba
Þ Tiap-tiap perkiraan disediakan nomor-nomor tertentu dan dalam penyusunan tersebut harus diperhitungkan kemungkinan muncul perkiraan baru dalam suatu kelompok.
Contoh Penyusunan Chart of Account :
| 1. |
Perkiraan Neraca |
B2. | Utang Jangka Panjang | |||||
| A. | AKTIVA | 231. | Modal Saham | |||||
| A1. | Aktiva Lancar | 232. | Agio Saham | |||||
| 111. | Kas | 233. | Laba Tak Terbagi | |||||
| 112. | Persediaan Barang | 11. | Perkiraan Rugi/ Laba | |||||
| 113. | Piutang Dagang | A. | Perk. Dari Usaha | |||||
| 114. | Wesel Tagih | 311. | Penjualan | |||||
| 115. | Perlengkapan Toko | 312. | Retur Penjualan | |||||
| 116. | Peralatan Toko | 313. | Potongan Penjulan | |||||
| 117. | Asuransi Dibayar Dimuka | B. | Biaya-biaya Usaha | |||||
| A2. | Investasi | 411. | Pembelian | |||||
| 121. | Investasi Dalam Sham | 412. | Onkos Pembelian | |||||
| 122. | Investasi Dalam Obligasi | 413. | Retur Pembelian | |||||
| A3. | Aktiva Tetap | 414. | Potongan Pembelian | |||||
| - Aktiva Tetap Berwujud | Biaya-biaya Penjualan | |||||||
| 131. | Gedung | 421. | Gaji Bagian Penj. | |||||
| 132. | Tanah | 422. | Biaya Iklan | |||||
| 133.1 | Akumulasi Peny. Gedung | 423. | B. Perleng. Kantor | |||||
| 134. | Inventaris Kantor | B. Umum & Administrasi | ||||||
| 134.1 | Akumulasi P. Inv. Kantor | 431. | Gaji Pegawai Kantor | |||||
| - Aktiva Tetap Tidak Berwujud | 432. | B. Perlengkapan K. | ||||||
| 141. | Ongkos Pendirian | 433. | B. Peny. Inv. Toko | |||||
| 142. | Goodwil | 434. | Biaya Asuransi | |||||
| 143. | Merek Dagang | C. |
Hal-hal diluar Usaha |
|||||
| B. | PASSIVA | Biaya diluar Usaha | ||||||
| B1. | Utang Jangka Pendek | 511. | Biaya Bunga | |||||
| 211. | Utang Usaha | 512. | Rugi Penjualan | |||||
| 212. | Wesel Bayar | Pendapan diluar Usaha | ||||||
| 213. | Gaji YMH Dibayar | 521. | Pendapatan Bunga | |||||
| 522. | Pendapatan Sewa | |||||||
| 523. | Laba Penjulan | |||||||
AYAT JURNAL PENYESUAIAN
(A d j u s t m e n t)
1. Pengertian Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah untuk menyesuaikan saldo-sado perkiraan ke saldo uang sebenarnya atau jurnal untuk memisahkan antara saldo dan biaya suatu periode dengan periode yang lain pada akhir periode.
Perkiraan-perkiraan yang harus disesuaikan antara lain :
- Persediaan barang dagang (Inventory of merchandise)
- Biaya dibayar dimuka (Prepaid Expence)
- Penghasilan diterima dimuka (defered Revenue)
- Piutang penghasilan/ penghasilan yang masih harus diterima (Accrual Receivable)
- Biaya yang masih harus dibayar (Accrual payable)
- Penyusutan aktiva tetap (Deprecation of fixed assets)
- Taksiran piutang tak tertagih (Estimetid of bad debts)
- Pemakaian aktiva lancar
- Persediaan barang dagang (Inventory of merchandise)
- Pendekatan harga pokok penjualan (Cost of good sold)
Persediaan brg dagang (awal) Rp xx
Pembelian Rp xx
Ongkos angkut pembelian Rp xx
Pesediaan barang dagang (akhir) Rp xx
Retur pembelian dan peng harga Rp xx
Potongan pembelian Rp xx
Harga pokok penjualan Rp xx
- Pendekatan ikhtisar laba/ rugi (Income summery)
Persediaan brg dagang (Awal) Rp xx
Persediaan brg dagang (Akhir) Rp xx
Ikhtisar L/ R RP xx
- Biaya dibayar dimuka (Prepaid Expence)
Untuk penyesuaian terhadap biaya dibayar dimuka ada dua :
- Pendekatan neraca (harta), karena pembayaran tersebut merupakan beben untuk masa yang akan datang.
… (Nama biaya) dibayar dimuka Rp xx
Kas Rp xx
Jurnal penyesuaian :
Biaya … (Nama Biaya) Rp xx
… (Nama biaya) dibayar dimuka Rp xx
(Mencatat jumlah yang menjadi biaya)
b. Pendekatan laba/ rugi (Biaya)
Jurnal saat pembayaran :
… (Nama biaya) dibayar dimuka Rp xx
Kas Rp xx
Jurnal penyesuaian :
Biaya … (Nama Biaya) dibayar dimuka Rp xx
… (Nama biaya) Rp xx
(Mencatat jumlah saldo yang belum menjadi beben/ belum terpakai)
- Penghasilan diterima dimuka (defered Revenue)
Untuk penyesuaian terhadap penghasilan diterima dimuka ada dua :
- Pendekatan neraca (hutang), karena saat pembayaran penerimaan belum merupakan merupakan pendapatan/ pendapatan belum timbul.
Kas Rp xx
… (Nama Pendapatan) dibayar dimuka Rp xx
Jurnal penyesuaian :
… (Nama pendapatan) diterima dimuka Rp xx
… (Nama pendapatan) Rp xx
(Mencatat jumlah penerimaan yang telah diakui)
b. Pendekatan laba/ rugi (pendapatan), karena pada akhirnya penerimaan tersebut menjadi pendaptan.
Jurnal saat pembayaran :
Kas Rp xx
… (Nama Pendapatan) dibayar dimuka Rp xx
Jurnal penyesuaian :
… (Nama pendapatan) Rp xx
… (Nama pendapatan) diterima dimuka Rp xx
(Mencatat jumlah saldo yang belum menjadi pendapatan)
- Piutang penghasilan/ penghasilan yang masih harus diterima (Accrual Receivable)
… (Nama pendapatan) Yang Masih Harus diterima Rp xx
… (Nama pendapatan) Rp xx
- Biaya yang masih harus dibayar (Accrual payable)
Biaya … (Nama Biaya) Rp xx
… (Nama biaya) yang masih harus dibayar Rp xx
- Penyusutan aktiva tetap (Deprecation of fixed assets)
Akumulasi penyusutan (Nama aktiva) Rp xx
- Taksiran piutang tak tertagih (Estimetid of bad debts)
Jurnal penyesuaian :
Kerugihan piutang tak tertagih Rp xx
Cadangan piutang tak tertagih Rp xx
- Pemakaian aktiva lancar
WORKSHEET
(Neraca Lajur)
Proses akuntansi untuk membuat laporan keuangan perusahaan yang dikerjakan secara manual hanya dapat diselesaikan setelah terlebih dahulu membuat ikhtisar yang lazim disebut Workshseet.
2. Format (Bentuk) Worksheet
Format (Bentuk) untuk worksheet diantaranya :
- 1. Worksheet 8 kolom
- 2. Worksheet 12 kolom
- 1. Pindahkan daftar saldo (Buku Besar) ke kolom Trial Balance.
- 2. Buat Adjusment (Penyesuaian) berdasarkan data penyesuaian pada akhir bulan atau akhir periode.
- 3. ATB (Adjusment Trial Balance) adalah kolom yang diisi dengan jumlah hasil penyesuaian.
- 4. Pindahkan jumlah saldo perikiraan perkiraan niminal dari kolom ATB ke kolom Income statement (R/ L). Perkiraan nominal adalah perkiraan pendapatan dan perikiraan beban. Untuk perusahaan dagang perkiraan nominal diantaranya : Perkiraan Penjualan, Perkiraan Retur Penjualan, Perkiraan Potongan Penjualan, Perkiraan Pembelian, Perkiraan Retur pembelian, Perkiraan Potongan Pembelian, Perkiraan-Perkiraan beban (Biaya)
- 5. Pindahkan jumlah perkiraan riil dari kolom ATB ke kolom Balance Sheet. Perkiraan riil adalah perkiraan harta, utang dan modal.
- a. Selisih antara jumlah debet dengan juml;ah kredit pada kolom income statement harus sama besar dengan selisih antara jumlah debet dan kredit pada balancesheet.
- b. Apabila laba, selisih pada kolom income statement terletak disebelah debet dan seleisih pada kolom balance sheet terletak di sebelah kredit.
PT. Mekar Jaya
Neraca Saldo
Per Desember 200x
|
No.
|
Account
|
Trial Balance
|
Adjusment
|
ATB
|
Income Statement
|
Balance Sheet
|
|||||
|
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
|
||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5 |
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
||
FINANCIAL STATEMENT
(Laporan Keuangan)
1. PengertianReporting merupakan tahap akhir akuntansi, reporting ini merupakan hasil dari interpreting (Penafsiran) terhadap worksheet dari summarizing.
Reporting berupa financial statement yang terdiri dari :
- 1. Income Statement (Laporan Rugi/ Laba)
- 2. Capital Statement (Laporan Perubahan Modal) Untuk Perusahaan perseorangan, CV dan Firma. Atau Retained Earning (Laporan Perubahan Modal Ditahan) untuk Perusahaan Terbatas.
- 3. Balanshseet (Neraca)
PT. Pembina Utam PT. Pembina Utama
Income Statement Capital Statement
For the mounth ended April 31st , 200x For the mounth ended April 31st , 200xCost Good Sold (Rp — ) Earing Rp —
Gross Income Rp — Less Drawing (Rp — )
Increase Rp —
Expence : End Capital Rp —
Salary Expence Rp —
Electric Expence Rp —PAM Expence Rp —
Total Expence (Rp — )
Net Income Rp —
Contoh Balance Sheet :
PT. Pembina Utama
Balance Sheet
For the mounth ended April 31st , 200x
|
Account
|
Amount
|
Account
|
Amount
|
| Cash | Rp | Account Payable | Rp |
| Inventory | Rp | Salary Payable | Rp |
| Account Receivable | Rp | Capital | Rp |
| Building | Rp | Rp | |
| Assets | Rp | Liability & Capital | Rp |
JURNAL PENUTUP
1. Pengertian Jurnal Penutup
Jurnap penutup adalah pencatatan pemindahan saldo akun nominal (Pendapatan dan biaya) ke akun modal melalui akun ikhtisar rugi/ laba dan pemindahan saldo akun prive ke akun modal. Akun Nominal adlah Akun yang saldonya terbawa dari periode ke periode berikutnya, sedangkan Akun riil adalah akun yang dilaporkan ke perhitungan R/ L dan tak bersaldo. Akun yang ditutup adalah akun pendapatan, akun biaya, akun ikhtisar R/ L dan akun prive.2. Cara Menutup
1) Akun Pendapatan (Bersaldo Kredit). Jika dipindahkan ke akun ikhtisar R/ L akun pendapatan dicatat disisi debet dan akun ikhtisar R/ L di sisi kredit.
Jurnal penutup : Pendapatan Rp xx
Ikhtisar R/ L Rp xx
2) Akun Beban (Bersaldo Debet). Pemindahan akun biaya ke akun ikhtisar R/ L berarti memcatat akun ikhtisar R/ L ke sisi debet dan akun biaya ke sisi kredit.
Jurnal penutup : Ikhtisar R/ L Rp xx
Biaya Rp xx
3) Akun Ikhtisar R/ L. Setelah pemindahan akun pendapatan dan biaya ke akun ikhtisar R/ L, akun ikhtisar R/ L ditutup. Selesihnya, jika saldo debet lebih besar dengan saldo kredit berarti RUGI, jika saldo kredit lebih besar dengan saldo debet berarti LABA. Laba menambah modal dicatat akun ikhtisar R/ L di sisi debet dan akun modal di sisi kredit.
Jurnal penutup : Ikhtisar R/ L Rp xx
Modal Rp xx
Rugi mengurangi modal dicatat akun modal di sisi debet dan akun ikhtisar R/ L disisi kredit.
Jurnal penutup : Modal Rp xx
Ikhtisar R/ L Rp xx
4) Akun Prive (Bersaldo Debet). Memindahkan akun prive ke akun modal berarti memcatat akun modal disisi debet dan akun prive di sisi kredit.
Jurnal penutup : Modal Rp xx
Prive Rp xx
MENUTUP BUKU BESAR
- Menutup buku besar
- a. Membuat buku besar setelah penutup
Membuat buku besar setelah ditutup berarti mem-posting ayat jurnal penyesuaian dan ayat jurnal penutup ke akun buku besar.
- Membuat neraca saldo setelah penutupan
JURNAL PEMBALIK
(Reversing Entries)
Pada awal periode perlu diperiksa akun-akun yang tidak digunakan selam proses akuntansi berlangsung, tetepi muncul pada saayt penyesuaian. Untuk menjaga konsistensi teknik pencatatan dan menghindari kemungkinan kesalahan, maka akun-akun ini perlu dihapus dan menghidupkan kembali akun yang dipakai dalam proses pencatatan. Proses pencatatan seperti itu disebut pembalikan (Reversing).
2. Caran menjurnal balik
Caranya dengan memcatat balik penyesuaiannya
3. Hal-hal yang harus diperhatikan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjurnal balik :
- Jurnal pembalik mencatat balik ayat jurnal penyesuaian yang menimbulkan akun riil baru.
- Waktu pembalikan pada awal periode berikutnya.
- Fungsi jurnal pembalik :
- Menghindari kemungkinan kesalahan perhitungan ganda.
- Menjaga konsistensi teknik pencatatan.
Pengertian Akuntansi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi mengakibatkan terjadinya perluasan pada semua kegiatan bidang usaha. Perluasan kegiatan usaha mengakibatkan pencatatan dan standar akuntansi semakin berkembang.
Perkembangan tersebut mempengaruhi pengertian akuntansi itu sendiri. Oleh karenanya, pengertian akuntansi bergantung dari sudut mana kita melihatnya.
Pengertian akuntansi berdasarkan kedua sudut pandang tersebut ternyata hampir sama denganm definisi akuntansi menurut American Accounting Association yang diterjemahkan sebagai berikut:
Siklus yang terjadi dalam penyajian laporan keuangan dinamakan siklus akuntansi. Siklus akuntansi tersebut mencakup kegiatan-kegiatan berikut:
Bentuk penyajian laporan keuangan dapat berupa laporan lab/rugi, laporan perubahan modal dan neraca, yang disesuaikan dengan kebutuhan pihak-pihak yang membutuhkan dan berkepentingan terhadap informasi akuntansi tersebut.
Pihak-pihak yang membutuhkan informasi dari laporan akuntansi adalah sebagai berikut:
Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi, diharapkan mampu menjadi sarana atau alat untuk memudahkan pekerjaan penyelesasian siklus akuntansi.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi mengakibatkan terjadinya perluasan pada semua kegiatan bidang usaha. Perluasan kegiatan usaha mengakibatkan pencatatan dan standar akuntansi semakin berkembang.
Perkembangan tersebut mempengaruhi pengertian akuntansi itu sendiri. Oleh karenanya, pengertian akuntansi bergantung dari sudut mana kita melihatnya.
- Dipandang dari sudut fungsinya
- Dipandang dari sudut kegiatannya
Pengertian akuntansi berdasarkan kedua sudut pandang tersebut ternyata hampir sama denganm definisi akuntansi menurut American Accounting Association yang diterjemahkan sebagai berikut:
“Akuntansi adalah
proses identifikasi, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi untuk
memungkinkan pembuatan keputusan yang jelas dan tegas oleh pemakai
informasi tersebut.”
Pengertian akuntansi bila dipandang dari
sudut kegiatannya adalah meliputi proses pencatatan, penggolongan,
pengikhtisaran dan penyajian laporan mengenai transaksi keuangan yang
terjadi dalam suatu periode tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut,
transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode diproses dalam
beberapa tahap kegiatan yang merupakan suatu siklus.Siklus yang terjadi dalam penyajian laporan keuangan dinamakan siklus akuntansi. Siklus akuntansi tersebut mencakup kegiatan-kegiatan berikut:
- Pengidentifikasian
- Pencatatan
- Penggolongan
- Pengikhtisaran
- Penyusunan Laporan Keuangan.
Bentuk penyajian laporan keuangan dapat berupa laporan lab/rugi, laporan perubahan modal dan neraca, yang disesuaikan dengan kebutuhan pihak-pihak yang membutuhkan dan berkepentingan terhadap informasi akuntansi tersebut.
Pihak-pihak yang membutuhkan informasi dari laporan akuntansi adalah sebagai berikut:
- Pemimpin Perusahaan, yaitu sebagai:
- bukti pertanggungjawaban kepada pemilik perusahaan;
- dasar pertimbangan dalam menetapkan rencana maupun strategi yang akan diterapkan pada masa mendatang;
- alat untuk menilai pelaksanaan kegiatan perusahaan secara keseluruhan;
- alat untuk mengukur biaya-biaya dari kegiatan perusahaan.
- Pemilik Perusahaan, yaitu sebagai:
- alat untuk menilai keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan;
- alat untuk menilai penambahan modal, perkiraan perolehan keuntungan pada masa mendatang.
- Kreditur, yaitu sebagai:
- alat untuk menentukan layak atau tidaknya perusahaan tersebut diberi pinjaman atau kredit;
- alat untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar cicilan beserta bunganya.
- Karyawan, yaitu sebagai:
- alat untuk melihat prospek perusahaan yang bersangkutan di masa mendatang, sebelum memutuskan untuk ikut ambil bagian dalam perusahaan tersebut;
- alat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan gaji atau upah kepada pegawainya.
- Pemerintah, yaitu sebagai:
- alat untuk menentukan besarnya pajak yang dibebankan kepada perusahaan tersebut;
- dasar bagi data statistik pemerintah untuk kepentingan perencanaan selanjutnya.
Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi, diharapkan mampu menjadi sarana atau alat untuk memudahkan pekerjaan penyelesasian siklus akuntansi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar