bintang

Kamis, 12 Februari 2015

Pengertian Akuntansi dan Persamaan Dasar Akuntansi

Pengertian Akuntansi



Akuntansi (Accounting, Accountancy) yaitu pencatatan, pelaporan-dari kegiatan-dan perakunan. Account adalah laporan/ perkiraan (Dari Kamus Inggris- Indonesia John M. Echol and Hasan).
Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi dalam suatu perusahan, sehingga memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut (Rumusan AAA-Amirican Acounting Association).
Rumusan AAA tersebut mengandung pengertian :    
  1. Kegiatan (Activity) akuntansi yaitu proses yang terdiri dari atas identifikasi, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi.
  2. Kegunaan (Funtion) informasi yang dihasilkan oleh akuntan diharapkan berguna bagi pemakai dalam penilaian dan pengambilan keputusan.
2.  Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi adalah rumus dasar tentang akuntansi yang secara matemaris dapat dirumuskan sebagai berikut :

H = U + M                       
H = U                   

H = M


H = Harta, yaitu semua milik (Kekayaan) dari suatu perusahaan.
U = Utang, yaitu kewajiban perusahaan terhadap pihak lain.
M = Modal, yaitu hak pemilik perusahaan.              

Rumus lain :

H + B = U + M + P

B = Biaya, pengorbanan untuk memperoleh penghasilan
P = Pendapatan, adalah bertambahnya aktiva perusahaan.
Harta bersaldo normal di debet (bertambah) dan jika di kredit berkurang, sedangkan pendapatan bersaldo normal di kredit (bertambah) dan jika di debet berkurang, biaya mengurangi modal sedangkan pendapatan menambah modal.

SIKLUS AKUNTANSI



  1. Tahapan-tahapan Akuntansi
Proses akuntansi terdiri dari  tahapan-tahapan  sebagai berikut :
TAHAPAN PENCATATAN
  1. Analisa bukti transaksi
  2. Membuat jurnal
  3. Posting ke buku besar
TAHAPAN PENGIKHTISARAN
  1. Membuat Neraca saldo
  2. Membuat jurnal penyesuaian
  3. Menyusun neraca lajur
  4. Menyusun laporan keuangan
  5. Membuat jurnal penutup
  6. Menutup buku besar dan membuat neraca saldo penutupan
  7. Membuat jurnal pembalik
TAHAPAN PELAPORAN
Yaitu menyajikan laporan keuangan perusahaan yang umumnya meliputi :
  1. 1.    Neraca (Balance Sheet)
  2. 2.    Laporan Rugi/ Laba (Income Statement)
  3. 3.    Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)

JURNAL

1.  Pengertian  Jurnal

Jurnal adalah : catatan-catatan tentang perkiraan yang akan didebet dan dikredit dan jumlahnya serta keterangan penjelas.

2.  Aturan Pen-debet-an dan Pen-kredit-an

Harta + Biaya = Utang + Modal + Pendapatan

Harta dan Biaya,  disebelah kiri ditambah (+) = saldo normal, disebalah kanan di kurangi/ berkurang. Utang, Modal dan Pendapatan, disebelah kanan ditambah (+) = saldo normal, disebelah kiri di kurangi/ berkurang.

3.  Cara Menjurnal

Untuk menjurnal atau membuat jurnal perhatikan saldo normal perkiraan. Dan kemudiaan perkiraan yang dikredit ditulis agak menjorok kedalam.
Contok : Transaksi penjualan seraca tunai suatu barang dangan senila Rp 200.000,00
Jurnal :  Kas                                     Rp 200.000,00
Penjualan                                    Rp 200.000,00

4.  Bentuk Jurnal

Jurnal mempunyai banyak ragam bentuk, tetapi yang umum dipakai dalam praktek adalah jurnal  umum dua kolom (Two Colum General Journal)
Contoh :
                  PT. ALAM  SEJAHTERA
               Jurnal Umum
                                                                Per  Desember 200x                       Halaman : 1
Tanggal
Perkiraan & Keterangan
Ref
Debet
Kredit
2000




Febru 01 Kas
10.000
-


       Pendapatan Jasa
-
10.000


(PT. Usaha Alex )


























Keterangan :   Kolom Ref diisi nomor kode perkiraan setelah        dipindahkan  ke buku besar (Posting)

POSTING, LEDGER DAN TRIAL BALANCE



1.  Pengertian-pengertian

POSTING adalah Pemindah-bukuan (Jurnal) ke buku besar, LEDGER atau buku besar adalah kumpulan dari perkiraan-perkiraan (Account), Account adalah daftar tempat mencatat transaksi-transaksi finansial yang           mengakibatkan perubahan  aktiva, utang dan modal, TRIAL BALANCE atau  neraca saldo adalah mencatat saldo-saldo dalam buku besar.

2.  Bentuk-bentuk buku besar

Bentuk buku adalah format buku besar yang biasa dipakai meliputi :
  1. a.            Bentuk Scontro/ Horisontal

Nama Perkiraan                                                                  No. Perkiraan
Tgl Keterangan Ref Jumlah Tanggal Keterangan Ref Jumlah
                   
                   
                   

  1. Bentuk Staffel/ Halaman/ Berlajur khusus saldo

Nama Perkiraan                                                      No. Perkiraan
Tgll Keterangan Ref Debet Kredit D/K Saldo
               
               
               

  1. Bentuk Berlajur Saldo Rangkap           

Nama Perkiraan                                                      Kode Perkiraan
Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Saldo
Debet Kredit
               
               

  1. Bentuk Sederhana/ Bentuk Huruf T (T Account)

   Nama Perkiraan                   No. Perkiraan
     
Keterangan : Debet : Bagian kiri perkiraan
Kredit : Bagian Kanan Perkiraan

3.  Bentuk   Neraca Saldo

   KOPKAR PT. YKK TANGERANG

  Neraca Saldo

  Per, 30 Juni 2003
Kode Perkiraan
P e r k i r a a n
 (Account)
Debet
Kredit





















Keterangan :   Saldo antara sebelah debet dan kredit harus sama (Seimbang)


4.    Kode Perkiraan

Kode Perkiraan (Chart Of Account) adalah Daftar lengkap perkiraan-perkiran yang dipakai perusahaan beserta kode perkiraan masing-masing. Daftar perkiraan disusun sedemikian rupa diberi nomor dan dikelompokan secara sistemetis sehinggga mudah untuk pengerjaan dan pemeriksaannya. Salinan daftar perkiraan diberikan kepada pemegang buku sehingga mempermudah dalam mencari (mengambil) perkiraan yang dibutuhkan.

Cara Penyusunan Kode Perkiraan :
Þ          Perkiraan harus dipisah antara perkiraan Neraca dan Rugi/ laba
Þ          Perkiraan disusun seperti dalam Neraca dan Laporsan rugi/ Laba
Þ    Tiap-tiap perkiraan disediakan nomor-nomor tertentu dan dalam penyusunan tersebut harus diperhitungkan kemungkinan muncul perkiraan baru dalam suatu kelompok.

Contoh Penyusunan Chart of Account :

1.

Perkiraan Neraca


B2. Utang Jangka Panjang
  A. AKTIVA

231. Modal Saham
 
A1. Aktiva Lancar

232. Agio Saham
 

111. Kas

233. Laba Tak Terbagi
 

112. Persediaan Barang 11. Perkiraan Rugi/ Laba
 

113. Piutang Dagang
A. Perk. Dari Usaha
 

114. Wesel Tagih

311. Penjualan
 

115. Perlengkapan Toko

312. Retur Penjualan
 

116. Peralatan Toko

313. Potongan Penjulan
 

117. Asuransi Dibayar Dimuka
B. Biaya-biaya Usaha
 
A2. Investasi

411. Pembelian
 

121. Investasi Dalam Sham

412. Onkos Pembelian
 

122. Investasi Dalam Obligasi

413. Retur Pembelian
 
A3. Aktiva Tetap

414. Potongan Pembelian
 

- Aktiva Tetap Berwujud

Biaya-biaya Penjualan
 

131. Gedung

421. Gaji Bagian Penj.
 

132. Tanah

422. Biaya Iklan
 

133.1 Akumulasi Peny. Gedung

423. B. Perleng. Kantor
 

134. Inventaris Kantor

B. Umum & Administrasi
 

134.1 Akumulasi P. Inv. Kantor

431. Gaji Pegawai Kantor
 

- Aktiva Tetap Tidak Berwujud

432. B. Perlengkapan K.
 

141. Ongkos Pendirian

433. B. Peny. Inv. Toko
 

142. Goodwil

434. Biaya Asuransi
 

143. Merek Dagang
C.

Hal-hal diluar Usaha

  B. PASSIVA

Biaya diluar Usaha
 
B1. Utang Jangka Pendek

511. Biaya Bunga
 

211. Utang Usaha

512. Rugi Penjualan
 

212. Wesel Bayar

Pendapan diluar Usaha
 

213. Gaji YMH Dibayar

521. Pendapatan Bunga
 





522. Pendapatan Sewa
 





523. Laba Penjulan



AYAT JURNAL PENYESUAIAN

(A  d   j  u   s  t  m  e  n  t)


1.  Pengertian Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah untuk menyesuaikan saldo-sado perkiraan ke saldo uang sebenarnya atau jurnal untuk memisahkan antara saldo dan biaya suatu periode dengan periode yang lain pada akhir periode.
Perkiraan-perkiraan yang harus disesuaikan antara lain :
  1. Persediaan barang dagang (Inventory of merchandise)
  2. Biaya dibayar dimuka (Prepaid Expence)
  3. Penghasilan diterima dimuka (defered Revenue)
  4. Piutang penghasilan/ penghasilan yang masih harus diterima (Accrual Receivable)
  5. Biaya yang masih harus dibayar (Accrual payable)
  6. Penyusutan aktiva tetap (Deprecation  of fixed assets)
  7. Taksiran piutang tak tertagih (Estimetid of bad debts)
  1. Pemakaian aktiva lancar
2.  Cara membuat ayat jurnal penyesuaian :
  1. Persediaan barang dagang (Inventory of merchandise)
Penyesuaian terhadap persediaan barang dagang ada dua :
  1. Pendekatan harga pokok penjualan (Cost of good sold)
Harga pokok penjualan                                    Rp xx
Persediaan brg dagang (awal)                  Rp xx
Pembelian                                                     Rp xx
Ongkos angkut pembelian                                     Rp xx
Pesediaan barang dagang (akhir)                  Rp xx
Retur pembelian dan peng harga                  Rp xx
Potongan pembelian                                        Rp xx
Harga pokok penjualan                              Rp xx
  1. Pendekatan ikhtisar laba/  rugi (Income summery)
Ikhtisar L/ R                                                         Rp xx
Persediaan brg dagang (Awal)                 Rp xx
Persediaan brg dagang (Akhir)                       Rp xx
Ikhtisar L/ R                                                   RP xx
  1. Biaya dibayar dimuka (Prepaid Expence)
Yaitu : biaya yang dibayar pada suatu periode, tetapi manfaatnya meliputi periode pembayaran dan periode berikutnya.
Untuk penyesuaian terhadap biaya dibayar dimuka ada dua :
  1. Pendekatan neraca (harta), karena pembayaran tersebut merupakan beben untuk masa yang akan datang.
Jurnal saat pembayaran :
… (Nama biaya) dibayar dimuka                     Rp xx
Kas                                                                 Rp xx
Jurnal penyesuaian :
Biaya … (Nama Biaya)                   Rp xx
… (Nama biaya) dibayar dimuka   Rp xx
(Mencatat jumlah yang menjadi biaya)
b.   Pendekatan laba/ rugi (Biaya)
Jurnal saat pembayaran :
… (Nama biaya) dibayar dimuka   Rp xx
Kas                                                     Rp xx
Jurnal penyesuaian :
Biaya … (Nama Biaya) dibayar dimuka   Rp xx
… (Nama biaya)                                           Rp xx
(Mencatat jumlah saldo yang belum menjadi beben/ belum terpakai)
  1. Penghasilan diterima dimuka (defered Revenue)
Yaitu : pengahasilan  yang telah diterima, tetapi merupakan periode penerimaan dan periode berikutnya.
Untuk penyesuaian terhadap penghasilan diterima dimuka ada dua :
  1. Pendekatan neraca (hutang), karena saat pembayaran penerimaan belum merupakan  merupakan pendapatan/ pendapatan belum timbul.
Jurnal saat pemerimaan :
Kas                                                                             Rp xx
… (Nama Pendapatan) dibayar dimuka              Rp xx
Jurnal penyesuaian :
… (Nama pendapatan) diterima dimuka              Rp xx
… (Nama pendapatan)                                           Rp xx
(Mencatat jumlah penerimaan yang telah diakui)
b. Pendekatan laba/ rugi (pendapatan), karena pada akhirnya penerimaan tersebut menjadi pendaptan.
Jurnal saat pembayaran :
Kas                                                                             Rp xx
… (Nama Pendapatan) dibayar dimuka              Rp xx
Jurnal penyesuaian :
… (Nama pendapatan)                                          Rp xx
… (Nama pendapatan) diterima dimuka              Rp xx
(Mencatat jumlah saldo yang belum menjadi pendapatan)
  1. Piutang penghasilan/ penghasilan yang masih harus diterima (Accrual Receivable)
Jurnal penyesuaian :
… (Nama pendapatan) Yang Masih Harus diterima     Rp xx
… (Nama pendapatan)                                                       Rp xx
  1. Biaya yang masih harus dibayar (Accrual payable)
Jurnal penyesuaian :
Biaya … (Nama Biaya)                                                       Rp xx
… (Nama biaya) yang masih harus dibayar                   Rp xx
  1. Penyusutan aktiva tetap (Deprecation  of fixed assets)
Biaya penyusutan aktiva (nama aktiva)              Rp xx
Akumulasi penyusutan (Nama aktiva)                Rp xx
  1. Taksiran piutang tak tertagih (Estimetid of bad debts)
Yaitu mencatat kemungkinan kerugihan atas piutang tak tertagih.
Jurnal penyesuaian :
Kerugihan piutang tak tertagih                             Rp xx
Cadangan piutang tak tertagih                             Rp xx
  1. Pemakaian aktiva lancar
Untuk jurnal penyesuaiannya sama dengan jurnal penyesuaian biaya yang dibayar dimuka.

WORKSHEET

 (Neraca Lajur)

1.  Pengertian
Proses akuntansi untuk membuat laporan keuangan perusahaan yang dikerjakan secara manual hanya dapat diselesaikan setelah terlebih dahulu membuat ikhtisar yang lazim disebut  Workshseet.
2.   Format (Bentuk) Worksheet
Format (Bentuk) untuk worksheet diantaranya :
  1. 1.    Worksheet 8 kolom
  2. 2.    Worksheet 12 kolom
3.  Langkah-langkah mengerjakan worksheet
  1. 1.    Pindahkan daftar saldo (Buku Besar) ke kolom Trial Balance.
  2. 2.    Buat  Adjusment (Penyesuaian) berdasarkan data penyesuaian pada akhir bulan atau akhir periode.
  3. 3.    ATB (Adjusment Trial Balance) adalah kolom yang diisi dengan jumlah hasil penyesuaian.
  4. 4.    Pindahkan jumlah saldo perikiraan perkiraan niminal dari kolom ATB ke kolom Income statement (R/ L). Perkiraan nominal adalah perkiraan  pendapatan dan perikiraan beban. Untuk perusahaan dagang perkiraan nominal diantaranya : Perkiraan  Penjualan, Perkiraan Retur Penjualan, Perkiraan Potongan  Penjualan, Perkiraan Pembelian, Perkiraan Retur pembelian, Perkiraan Potongan Pembelian, Perkiraan-Perkiraan beban (Biaya)
  5. 5.    Pindahkan jumlah perkiraan riil dari kolom ATB ke kolom Balance Sheet. Perkiraan riil adalah perkiraan harta, utang dan modal.
Catatan :
  1. a.    Selisih antara jumlah debet dengan juml;ah kredit pada kolom income statement harus sama besar dengan selisih antara jumlah debet dan kredit pada balancesheet.
  2. b.    Apabila laba, selisih pada kolom income statement terletak disebelah debet dan seleisih pada kolom balance sheet terletak di sebelah kredit.
Contoh format  worksheet 10 kolom

PT.  Mekar Jaya

Neraca Saldo
Per Desember 200x
No.
Account
Trial Balance
Adjusment
ATB
Income Statement
Balance Sheet
D
K
D
K
D
K
D
K
D
K


1
2
3
4
 5
6
7
8
9
10








































































ATB : Adjusment Trial Balance  (Neraca Saldo Penyesuaian/ NSP)


FINANCIAL STATEMENT

(Laporan Keuangan)
1.  Pengertian
Reporting merupakan tahap akhir akuntansi, reporting ini merupakan hasil dari interpreting (Penafsiran) terhadap worksheet dari summarizing.
Reporting berupa financial statement yang terdiri dari :
  1. 1.    Income Statement (Laporan Rugi/ Laba)
  2. 2.    Capital Statement (Laporan Perubahan Modal) Untuk Perusahaan perseorangan, CV dan Firma. Atau Retained Earning (Laporan Perubahan Modal Ditahan) untuk Perusahaan Terbatas.
  3. 3.    Balanshseet (Neraca)
Contoh Income Statement :                                   Contoh Capital Statement :
PT. Pembina Utam                                                     PT. Pembina Utama

            Income Statement                                                         Capital Statement

   For the mounth ended April 31st , 200x                    For the mounth ended April 31st , 200x




Sale                                     Rp —                             Capital On April 1st ,200x      Rp —
Cost Good Sold                (Rp — )                           Earing                                    Rp —
Gross Income       Rp —                              Less Drawing         (Rp — )
                                                Increase                     Rp —
Expence :                                                                  End Capital                           Rp —

Salary Expence Rp   —

Electric Expence Rp —
PAM Expence Rp     —
Total Expence    (Rp — )
Net Income            Rp —
Contoh Balance Sheet :
PT. Pembina Utama
Balance Sheet
For the mounth ended April 31st , 200x

Account
Amount
Account
Amount
Cash Rp Account Payable Rp
Inventory Rp Salary Payable Rp
Account Receivable Rp Capital Rp
Building Rp
Rp
Assets Rp Liability & Capital Rp

JURNAL PENUTUP



1.   Pengertian Jurnal Penutup

Jurnap penutup adalah pencatatan pemindahan saldo akun nominal (Pendapatan dan biaya) ke akun modal melalui akun ikhtisar rugi/ laba dan pemindahan saldo akun prive ke akun modal. Akun Nominal adlah Akun yang saldonya terbawa dari periode ke periode berikutnya, sedangkan Akun riil adalah akun yang dilaporkan ke perhitungan R/ L dan tak bersaldo. Akun yang ditutup adalah akun pendapatan, akun biaya, akun ikhtisar R/ L dan akun prive.
2.   Cara Menutup
1)    Akun Pendapatan (Bersaldo Kredit). Jika dipindahkan ke akun ikhtisar R/ L akun pendapatan dicatat disisi debet dan akun ikhtisar R/ L di sisi kredit.
Jurnal penutup :      Pendapatan              Rp xx
Ikhtisar R/ L               Rp xx
2)    Akun Beban (Bersaldo Debet). Pemindahan akun biaya ke akun ikhtisar R/ L berarti memcatat akun ikhtisar R/ L ke sisi debet dan akun biaya ke sisi kredit.
Jurnal penutup :      Ikhtisar R/ L               Rp xx
Biaya                          Rp xx
3)    Akun Ikhtisar R/ L. Setelah pemindahan akun pendapatan dan biaya ke akun ikhtisar R/ L, akun ikhtisar R/ L ditutup. Selesihnya, jika saldo debet lebih besar dengan saldo kredit berarti RUGI, jika saldo kredit lebih besar dengan saldo debet berarti LABA. Laba menambah modal dicatat akun ikhtisar R/ L di sisi debet dan akun modal di sisi kredit.
Jurnal penutup :      Ikhtisar R/ L               Rp xx
Modal                         Rp xx
Rugi mengurangi modal dicatat akun modal di sisi debet dan akun ikhtisar R/ L disisi kredit.
Jurnal penutup :      Modal                                     Rp xx
Ikhtisar R/ L               Rp xx
4)    Akun Prive (Bersaldo Debet). Memindahkan akun prive ke akun modal berarti memcatat akun modal disisi debet dan akun prive di sisi kredit.
Jurnal penutup :           Modal                                     Rp xx
Prive                           Rp xx

MENUTUP BUKU BESAR

  1. Menutup buku besar
Menutup buku besar berarti :
  1. a.  Membuat buku besar setelah penutup

Membuat buku besar setelah ditutup berarti mem-posting ayat jurnal penyesuaian dan ayat jurnal penutup ke akun buku besar.

  1. Membuat neraca saldo setelah penutupan
Neraca saldo setelah penutupan adalah daftar saldo akun buku besar setelah ditutup, hal ini berarti neraca saldo hanya berisi daftar akun riil (Harta, kuwajiban dan modal), karena setelah ditutup akun nominal bersaldo nol. Fungsi utama penyusunan neraca saldo setelah penutupan adalah untuk memeriksa keseimbangan saldo debet dan saldo kredit akun buku besar sebelum proses akuntansi berikutnya.


JURNAL PEMBALIK

(Reversing Entries)

1.  Pengertian
Pada awal periode perlu diperiksa akun-akun yang tidak digunakan selam proses akuntansi berlangsung, tetepi muncul pada saayt penyesuaian. Untuk menjaga konsistensi teknik pencatatan dan menghindari kemungkinan kesalahan, maka akun-akun ini  perlu dihapus dan menghidupkan kembali akun yang dipakai dalam proses pencatatan.  Proses pencatatan seperti itu disebut pembalikan (Reversing).
2.  Caran menjurnal balik
Caranya  dengan memcatat balik penyesuaiannya
3.  Hal-hal yang harus diperhatikan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjurnal balik :
  1. Jurnal pembalik mencatat balik ayat jurnal penyesuaian yang menimbulkan akun riil baru.
  2. Waktu pembalikan pada awal periode berikutnya.
  3. Fungsi jurnal pembalik :
  1. Menghindari kemungkinan kesalahan perhitungan ganda.
  2. Menjaga konsistensi teknik pencatatan.



 Pengertian Akuntansi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi mengakibatkan terjadinya perluasan pada semua kegiatan bidang usaha. Perluasan kegiatan usaha mengakibatkan pencatatan dan standar akuntansi semakin berkembang.
Perkembangan tersebut mempengaruhi pengertian akuntansi itu sendiri. Oleh karenanya, pengertian akuntansi bergantung dari sudut mana kita melihatnya.
  1. Dipandang dari sudut fungsinya
Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang menyediakan informasi yang penting sebagai alat penilaian jalannya perusahaan. Dengan demikian, pihak-pihak yang berkepentingan atas informasi tersebut dapat membuat pertimbangan-pertimbangan agar dapat mengambil keputusan yan tepat.
  1. Dipandang dari sudut kegiatannya
Akuntansi merupakan suatu proses pencatatan yang meliputi kegiatan identifikasi, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi.
Pengertian akuntansi berdasarkan kedua sudut pandang tersebut ternyata hampir sama denganm definisi akuntansi menurut American Accounting Association yang diterjemahkan sebagai berikut:
“Akuntansi adalah proses identifikasi, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi untuk memungkinkan pembuatan keputusan yang jelas dan tegas oleh pemakai informasi tersebut.”
Pengertian akuntansi bila dipandang dari sudut kegiatannya adalah meliputi proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran dan penyajian laporan mengenai transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu periode tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode diproses dalam beberapa tahap kegiatan yang merupakan suatu siklus.
Siklus yang terjadi dalam penyajian laporan keuangan dinamakan siklus akuntansi. Siklus akuntansi tersebut mencakup kegiatan-kegiatan berikut:
  1. Pengidentifikasian
  2. Pencatatan
  3. Penggolongan
  4. Pengikhtisaran
  5. Penyusunan Laporan Keuangan.
Para Pemakai Informasi Akuntansi
Bentuk penyajian laporan keuangan dapat berupa laporan lab/rugi, laporan perubahan modal dan neraca, yang disesuaikan dengan kebutuhan pihak-pihak yang membutuhkan dan berkepentingan terhadap informasi akuntansi tersebut.
Pihak-pihak yang membutuhkan informasi dari laporan akuntansi adalah sebagai berikut:
  1. Pemimpin Perusahaan, yaitu sebagai:
    1. bukti pertanggungjawaban kepada pemilik perusahaan;
    2. dasar pertimbangan dalam menetapkan rencana maupun strategi yang akan diterapkan pada masa mendatang;
    3. alat untuk menilai pelaksanaan kegiatan perusahaan secara keseluruhan;
    4. alat untuk mengukur biaya-biaya dari kegiatan perusahaan.
  2. Pemilik Perusahaan, yaitu sebagai:
    1. alat untuk menilai keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan;
    2. alat untuk menilai penambahan modal, perkiraan perolehan keuntungan pada masa mendatang.
  3. Kreditur, yaitu sebagai:
    1. alat untuk menentukan layak atau tidaknya perusahaan tersebut diberi pinjaman atau kredit;
    2. alat untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar cicilan beserta bunganya.
  4. Karyawan, yaitu sebagai:
  1. alat untuk melihat prospek perusahaan yang bersangkutan di masa mendatang, sebelum memutuskan untuk ikut ambil bagian dalam perusahaan tersebut;
    1. alat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan gaji atau upah kepada pegawainya.
  1. Pemerintah, yaitu sebagai:
    1. alat untuk menentukan besarnya pajak yang dibebankan kepada perusahaan tersebut;
    2. dasar bagi data statistik pemerintah untuk kepentingan perencanaan selanjutnya.
Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa ada berbagai kepentingan dari berbagai pihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.
Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi, diharapkan mampu menjadi sarana atau alat untuk memudahkan pekerjaan penyelesasian siklus akuntansi.